Sekolah di Perbukitan yang Penuh dengan Impian dan Semangat dari Para Penghuninya

“Semangat belajar mereka meletup-letup walau dengan ruang kelas tak berpintu dan tak berjendela. Namun itu tidak dijadikan ruang bersekat itu sebagai sebuah keterbatasan untuk menuntut ilmu.”

Monika Herliana – Relawan Pengajar SDN 3 Bukit Tinggi
Ruang kelas SDN 3 Bukit Tinggi – foto pribadi

28 Januari 2022 (H-1 Hari Inspirasi Kelas Inspirasi Lombok 7)

Kedatanganku hari ini disambut dengan guyuran hujan di Bandara Internasional Lombok. Setelah pesawat mengalami keterlambatan selama satu jam karena cuaca buruk, akhirnya aku mendarat di pulau ini, Lombok. Rinduku akan kegiatan Kelas Inpirasi akan lekas mendapatkan obatnya. Tak ada satupun rekan yang aku kenal di sini. Jauh-dekat itu relatif, toh aku tetap bisa sampai sini setelah melakukan perjalanan beratus kilometer. “Udah bareng aku aja kak, aku nanti ada sewa mobil”, tukas Om Priyo di kolom chat, maka akupun menikmati segelas kopi di tangan, sambil menunggu kedatangan om Priyo, teman satu kelompokku di SDN 3 Bukit Tinggi. Setelah satu jam, dia datang dengan sang istri, bergegaslah kami menuju rumah kak Ajie, tempat di mana kami melakukan briefing persiapan Hari Inspirasi (HI) untuk esok hari. Ramai canda tawa rekan-rekan terdengar ketika aku membuka gerbang rumah kak Ajie. Wah ramai sekali! Ditemani dengan hidangan kolak, kami menyelesaikan pembahasan terkait persiapan HI. Relawan di kelompok kami ini didominasi oleh rekan-rekan yang tinggal di Mataram. Setelah selesai briefing, tinggallah aku dan om Priyo serta istri yang bermalam di rumah kak Ajie. Malam hari kami menikmati nasi Puyung, wah sedap rasanya!

29 Januari 2022 (Hari Inspirasi Kelas Inspirasi Lombok 7)

Pagi ini cuaca sangat cerah, aku, om Priyo, istri on Priyo, dan juga kak Ajie kami berangkat sekitar pukul 06.30 WITA menuju titik kumpul yang sudah disepakati kemarin. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit menggunakan kendaraan, kami tiba dan bergabung dengan rekan-rekan yang lain, rombongan kami ada . Sempat bimbang jalan mana yang mengarah ke sekolah, akhirnya kak Neser menemukan jalan yang dapat dilalui. Kendaraan kami semua diparkir di halaman rumah warga. Setelah itu kami harus berjalan kaki. Dengan medan menurun dan terjal, kami menempuh perjalanan kurang lebih selama 30 menit dengan berjalan kaki. Terlihat pula calon bendungan Meninting di sisi kanan jalanan tempat kami menapakkan kaki selangkah demi selangkah menuju sekolah. Canda tawa menghiasi kami saat menuruni bukit, namun tangis peluh keringat menghiasi saat kami menaiki bukit.

Perjalanan Para Relawan – foto pribadi

Sesampainya di sekolah, kami disambut oleh siswa siswi yang sudah bersiap untuk belajar dengan kami semua. Setelah pembukaan acara dan senam ceria bersama. Kelompok kelas kami bagi menjadi empat. Jadwal yang sudah dipersiapkan oleh fasilitator dieksekusi oleh relawan mengajar. Semua siswa sangat antusias. Tempat belajar dan ruangan kelas yang bersekat papan tidak menjadi penghalang bagi semangat mereka semua. Berbagai profesi diperkenalkan oleh para relawan mengajar. Para guru sekolah juga turut hadir pada hari itu. Saat waktu istirahat, siswi-siswi menampilkan tarian yang sudah dipersiapkan untuk menyambut kami, wah mereka sangat kompak!

Semua pihak berharap, semangat belajar siswa di SD N 3 Bukit Tinggi mendapat dukungan dari banyak pihak untuk ketersediaan kelas yang layak. Selain itu pembangunan sekolah dapat segera terealisasi untuk tetap mempertahankan semangat belajar mereka di tempat yang lebih representatif.

Kartu Pos dan Pesawat Cita-Cita – foto pribadi

Terima kasih untuk tim Kelas Inspirasi Lombok yang terlah memberikan kesempatan kepadaku untuk berkunjung, menginjakkan di pulau Lombok, dan berbagi dengan adik-adik di Bukit Tinggi. Semoga aku bisa kembali lagi ke sini!

Monika Herliana
Relawan Pengajar SDN 3 Bukit Tinggi

Leave a Reply

Your email address will not be published.