Pengalaman Mengajar di Kelas Inspirasi Lombok 7

Sebenarnya ini kali ke-3 saya mengajar di Kelas Inspirasi Lombok. Pertama saat di Kelas Inspirasi Lombok 6 yang berlokasi di Kuta, Mandalika, Lombok Tengah dan Kelas Inspirasi Lombok jalan ke SD 1 Senggigi. Bertemu dengan teman-teman baru yang berasal dari daerah yang berbeda dengan karakter yang berbeda dan tentunya profesi yang berbeda juga. Hal itu membuat saya sendiri bakal banyak belajar tentang berbagai macam profesi beserta tugasnya juga. Seperti bertukar pengalaman gitu tentunya bakal belajar mengenai berbagai macam karakter orang beserta cara menyikapinya. Karena tiap orang memiliki cara, sikap dan sifat yang berbeda, yang mau tidak mau harus kita pahami karena kita hidup bersosialisasi.

Saya lanjut ke pengalaman mengajar di Kelas Inspirasi Lombok 7. Di Kelas Inspirasi edisi 7 ini saya mendapatkan kesempatan mengajar di Sekolah Filial Semokan Ruak, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Lombok Utara. Sekolahnya berada di atas bukit dengan akses jalan lumayan rusak di beberapa titik (gak semuanya) dan melewati hutan yang masih terbilang aman. Relawan yang sering dipanggil “kakak-kakak” sampai di rumah Pak Mus (Kepala Sekolah SD Filial Semokan Ruak) sekitar pukul 17.50 WITA. Awalnya kami semua berencana tidur di rumah pak Mus. Kami kemudian berkunjung ke sekolah pada malam hari dan kami disambut oleh adik adik yang akan kami ajar esok hari. Saat datang kami mulai berinteraksi dengan mereka di halaman sekolah malam itu, mereka terlihat antusias sekali menyambut besok pagi. MasyaAllah.

Akhirnya kami memutuskan untuk bermalam di sekolah, di ruang UKS yang ternyata sudah mereka siapkan untuk kami, sudah disapu dan dipel oleh adik-adik, karena sebagian adik-adik juga tidur di sekolah. Saat kami minta mereka untuk pulang, mereka bilang “Kami mau menemani kakak-kakak di sekolah” . Mereka juga selalu bertanya “Ada yang bisa dibantu lagi Kak?. MasyaAllah, terharu saya mendengar dan melihat arti sebuah ketulusan dan sebuah antusias dalam diri adik-adik. Malamnya relawan melakukan briefing untuk proses pembelajaran di esok hari, seperti opening, moving class dan closing sambil ngobrol dan saling bertukar cerita.

Pagi itu, waktu pun menunjukan pukul 04.26 WITA, kakak-kakak sudah pada bangun bersiap untuk mempersiapkan diri. Kami mandi bergantian supaya gak kalah sama adik-adik yang kami prediksikan bakal lebih pagi datangnya. Adik-adik yang menginap tadi malam pun subuh sudah pulang untuk bersiap. Mereka menggunakan seragam dan tas beserta alat tulisnya. Sekitar pukul 07.15 WITA, adik-adik sudah siap di halaman sekolah. Mereka mulai dengan bersih-bersih di sekitar kelas dan halaman kemudian dilanjut dengan senam ceria atau ice breaking sebagai pemanasan dan mereka diberikan stimulus semangat lewat gerakan.

Opening Kelas Inspirasi

Hari itu saya kebagian mengajar dan memperkenalkan profesi saya sebagai akuntan pada kelas kecil yaitu kelas 2, 3 dan 4. Setelah opening selesai, kami membagi diri sesuai hasil briefing tadi malam. Saya bersama partner keren saya bernama Kak Fikha yang berprofesi sebagai penyuluh koperasi membawa adik-adik kelas 4 masuk ke kelas dengan membentuk formasi kereta api sebagai kendaraan menuju ke kelas. Adik-adik ceria, tertawa tiada henti dan tidak melepas pandangannya dari kami. Saya dan gadis ceria yang berasal dari Sidoarjo ini berbagi waktu masing-masing 30 menit untuk mengajar dan berinteraksi dengan adik-adik.

Saya mulai dengan memperkenalkan profesi saya sebagai akuntan yang bekerja di rumah sakit dengan metode berhitung. Menghitung apa saja alat-alat yang sering digunakan oleh rumah sakit, termasuk alat kesehatan seperti stetoskop, termometer dan obat. Saya ajarkan pada mereka cara menghitung harga beli dan harga jual barang, salah satunya harga obat sehingga nantinya rumah sakit tahu berapa untung dari penjualan obat.

Mengajarkan profesi akuntan pada anak SD cukup memutar otak saya, jadi saya memutuskan untuk mengajar profesi-profesi yang ada di rumah sakit yang saling berkaitan. Dimulai dari dokter dan perawat yang bertugas merawat orang sakit, kalau sudah sehat pasien akan membayar ke rumah sakit sesuai tagihan yang diberikan. Kemudian nantinya uangnya akan digunakan untuk membayarkan gaji orang-orang yang bekerja di rumah sakit serta membeli alat kesehatan dan obat yang dibutuhkan oleh rumah sakit. Kebutuhan uangnya akan dihitung dan dikeluarkan oleh akuntan. Saya berusaha membuat sebagai macam profesi itu saling berkaitan.

Menjelaskan profesi sebagai akuntan rumah sakit kepada anak-anak

Saat saya mengeluarkan contoh alat kesehatan yang digunakna di rumah sakit, suasana kelas mulai hening, adik-adik melongo dan salah satu anak bernama Nur bertanya Itu apa, Kak?” sambil menunjuk stetoskop. Sebelum menjelaskan apa itu stetoskop saya pun bertanya pada adik adik “Sudah pernah ke rumah sakit?”. Mereka menjawab tidak pernah karena di sana tidak ada rumah sakit.

Kemudian saya lanjut bertanya tentang profesi yang ada di rumah sakit. Sebagian mereka mengenal siapa itu dokter tapi bingung tugas dokter sendiri apa. Dan saya pun pelan-pelan menggambarkan tentang rumah sakit dan profesi di dalamnya. Saya juga menjelaskan stetoskop adalah alat kerja yang digunakan oleh seorang dokter dan perawat. Mengajar anak-anak itu sesuatu yang penuh tantangan yang menyenangkan. Kita juga jadi belajar untuk menggunakan metode mengajar yang sebaik, semudah dan menyenangkan mungkin. Saat mengajar saya berusaha membuat satu profesi ke profesi yang lainnya di rumah sakit saling berkaitan. Walaupun mungkin bakal susah dipahami oleh adik-adik yang sebagian besar adalah anak-anak yang jarang keluar dari desanya.

Mereka sangat antusias dengan stetoskop yang saya jelaskan, bahwa stetoskop ini adalah alat kerja yang digunakan dokter untuk mendengar suara jantung kita saat sakit. Mereka jadi ingin untuk mencoba stetoskop dan termometer (yang mereka kira spuit atau suntikan). Saya memberikan kesempatan pada beberapa adik-adik untuk mencoba mendengarkan suara detak jantung kawannya. Tapi sebelumnya saya memberikan pertanyaan hitung-hitungan dan bertanya apa yang sudah saya ajarkan sebelumnya sebagai syarat mereka bisa mencoba menggunakan stetoskop. Seketika kelas semarak dengan suara tawa dan antusisnya adik-adik. Hal itu saya lakukan untuk merangsang ingatan dan semangat mereka atas apa yang sudah saya ajarkan tadi.

Begitu juga metode yang saya jelaskan pada adik-adik kelas 2 dan 3. Tapi di kelas 2 dan 3, saya lebih menjelaskan macam-macam profesi yang ada di rumah sakit. Saya juga memberikan semangat untuk terus rajin belajar supaya mereka bisa membeli hal hal yang mereka inginkan seperti rumah, tanah dan motor. Ckckckck, Subhanallah ya umur segitu udah mikir beli tanah, rumah dan motor.

Waktu 30 menit tidaklah cukup sebenarnya untuk menginspirasi mereka. Saya merasakan kalau ada yang masih ingin mereka tanyakan ke saya atau Kak Fikha tapi waktu yang memisahkan. Setelah kelas berakhir kami semua foto bersama dan kemudian mengucapkan salam perpisahan.

Foto bersama relawan dan siswa SD Filial Semokan Ruak

Dari kejauhan ada beberapa anak yang memperhatikan saya, lama-lama mereka mendekati saya dan bertanya, “Kak Indri kapan cerita lagi tentang rumah sakit sama orang-orangnya (profesinya)?”. Karena saya tidak bisa berjanji saya hanya bisa bilang, “Besok kalau Kak Indri libur panjang, Kak Indri ke sekolah lagi ya”, sambil tersenyum dan mengelus kepala mereka. Eh mereka tanya lagi “Kapan?”. Saya jawab, “Nanti kalau Kak Indri ke sekolah lagi pasti Kak Indri kasih tahu lewat pak guru Mus”. Ada rasa bahagia dan haru saat mereka memiliki ketertarikan atas apa yang kita sampaikan.

Harapan saya apapun yang saya sampaikan pada mereka bisa menjadi motivasi mereka untuk menjadi manusia manusia yang memiliki semangat yang tinggi untuk meraih apapun yang mereka inginkan. Semoga nantinya bisa mereka tularkan lagi untuk sekitarnya apapun itu profesinya. Dan juga mereka bisa manfaatkan untuk kelangsungan kehidupan mereka. Mereka juga bisa eka terhadap sekitar mereka sehingga tidak ada lagi orang yang tidak tahu kalau di samping rumahnya ada orang yang belum makan atau sakit.

Di setiap kelas atau pejalanan saya, saya ingin menitipkan jejak baik yang selalu bisa digunakan bukan karena personal saya, tapi karena apa yang saya berikan dan sampaikan bisa mereka manfaatkan dengan baik dan bijak. Tugas saya, kamu dan kita semua memberikan pandangan dari apapun yang kita miliki pada generasi kita. Pendidikan adalah jalan memperdalam apa yang disukai dan membentuk pola pikir yang lebih konkrit dan ilmiah.

Salam Inspirasi 😊

@indriana_mitra_sari
Relawan Pengajar – SD Filial Semokan Ruak

Leave a Reply

Your email address will not be published.