Nostalgia Kembali ke Sekolah

Jum’at 28 Januari 2022 saat hari tengah terik, kupacu sepeda motor yang sudah minta untuk diremajakan ke arah utara pulau Lombok, tepatnya di Bayan Kabupaten Lombok Utara. Kendaraan ini juga pada tahun 2018 yang saya pakai ke lokasi yang hari itu akan kutuju untuk kegiatan Kelas Inspirasi Lombok 7 dengan Tema “Kembali ke Sekolah”.

Menjelang terbenamnya mentari, sampailah saya di rumah seorang guru yang mengajar di SD lokasi Hari Inspirasi. Motor pun diparkirkan di halaman rumah Pak Mus. Kemudian segera beliau menghampiri saya karena kaget dikira saya tidak ikut karena tidak ada berkabar ke beliau bahwasanya saya akan bergabung bersama kakak – kakak relawan untuk kegiatan kelas inspirasi. Terakhir saya singgah ke kediaman beliau saat terjadi gempa lombok 2018. Gazebo yang masih lowong pun menjadi tempat untuk sekedar meluruskan punggung yang lumayan terasa panas setelah lama berkendara jauh. Sembari menunggu kakak relawan yang lain yang belum datang, istri beliau mengeluarkan kami yang kebetulan datang awal kopi serta air panas untuk kami racik sendiri sesuai takaran selera.

Mus Mulyadi merupakan seorang guru honorer yang menjadi salah seorang pengajar di SD Fillial Semokan Ruak, beliau juga salah satu orang yang yang memiliki peran sehingga sekolah ini dibuka sekitar tahun 2011 (mohon dikoreksi apabila salah) dengan masih belajar di berugak – berugak warga. Tahun 2018 sebelum terjadi gempa lombok saat Kelas Inspirasi Lombok berkegiatan Back To School (BTS) di sekolah ini terdapat 3 lokal ruangan belajar dan 1 ruangan perpustakaan. Saat BTS kami bergotong berbenah untuk mempercantik perpustakaan, memasang instalasi listrik serta instalasi pipa untuk air. Seminggu pasca BTS perpustakaan yang telah ditata rapi terkena dampak gempa hingga menghancurkan bangunannya.

Kumandang azan magrib berkumandang, kawan – kawan relawan lainnya telah sampai di kediaman Pak Mus. Selepas ishoma, kami semua beranjak ke lokasi sekolah yang berjarak sekitar 2 km dari kediaman Pak Mus, karena berdasarkan penuturan beliau adik – adik di sana sudah menunggu kedatangan kami sejak pukul 1 siang. Jalan menuju sekolah sudah diperbaiki hingga depan sekolah yang dulunya jalan setapak yang hanya bisa dilalui sepeda motorm. Namun ada sedikit yang masih terjadi kerusakan sehingga membuat salah satu mobil yang kakak relawan gunakan susah untuk melaluinya. Berkah kami ada salah seorang kakak relawan yang merupakan penggemar off road dengan medan terjal, dengan segala spekulasi akhirnya mobil ini dapat sampai hingga depan sekolah yang masih berpagar tanaman hidup dengan diapit bambu layaknya pagar kebun ataupun ladang yang terhampar di sepanjang perjalanan.

Suara adik-adik sudah terdengar menyambut kedatangan kami di tengah gelapnya malam hutan adat yang ada di sekitar sekolah. Antusiasme mereka sungguh luar biasa dengan kedatangan kami ke sekolah ini, membuat kami semua semangat dan tidak sabar menunggu hari esok. Sekolah merupakan penginapan ribuan bintang di langit dengan “penjagaan” dari adik-adik yang ada disana, karena mereka juga menginap di sekolah hingga sukarela meminjamkan kami alas untuk tidur.

Esok hari mentari pun menampakkan senyumannya dari arah timur menyapa kami di sekolah untuk hari yang luar biasa ini. Bel pun bunyi saatnya kegiatan dimulai, dimana mereka sudah mulai pada berdatangan dengan seragam dan alas kaki yang “beraneka ragam” dengan senyum semangat pagi. Baris berbaris serta perkenalan dari kakak relawan serta sedikit ice breaking untuk menghangatkan jiwa raga serta suasana.

Saat rombel belajar mulai diarahkan sesuai jadwal yang telah disusun kakak fasilitator. Ada 6 rombongan belajar dengan 3 ruangan tersedia. Akhirnya 3 rombel yang tidak kebagian ruangan belajar menempati berugak warga serta di halaman depan sekolah di lantai ruangan yang roboh sisa gempa. Semangat kami tidak pupus walaupun terik matahari mulai terasa membakar kulit yang sudah kadung menghitam.

Mengajar siswa SD Filial Semokan Ruak

Antusias mereka sungguh luar biasa saat Hari Inspirasi melihat kakak pengajar dari beragam latar belakang profesi. Profesi mengajar bagi saya mungkin sudah biasa untuk kalangan remaja dewasa a.k.a mahasiswa, tapi untuk mengajar adik sd kelas 1 atau 2 butuh ide jitu untuk menarik perhatiannya mereka agar tidak membosankan.

Mengajar juga dilakukan di luar ruangan agar tidak membosankan

Kata pepatah, setiap pertemuan akan ada perpisahan, semoga ada kesempatan lagi untuk kita bertemu kembali untuk bermain, belajar serta berbagi tawa kebahagian bersama. Saat closing ucapan terima kasih dari pihak sekolah yang diwakilkan oleh Pak Mus serta harapan beliau kedepannya akan ada perbaikan atau perubahan untuk wajah serta kualitas belajar adik-adik di SD Fillial Semokan Ruak.

Foto bersama relawan, siswa dan guru SD Filial Semokan Ruak

Terima kasih untuk adik-adik dan pihak sekolah SD Fillial Semokan ruak yang telah menerima kami di sekolah dengan antusias luar biasa, serta Pak Mus sekeluarga dengan jamuan prasmanan yang membuat lidah bergoyang. Kakak – kakak fasil, kakak relawan pengajar serta kakak fotografer terima kasih atas pertemuan yang telah terlakoni, semoga ada pertemuan silaturrahmi selanjutnya dimanapun tempatnya berada.

Abdul Aziz Fatriyawan
Relawan Pengajar KI Lombok 7
SD Fillial Semokan Ruak Bayan KLU

Leave a Reply

Your email address will not be published.