Lentera-Lentera Mungil yang Terjaga

Bukannya sok puitis sih, hehe. Tapi saya akan membuka cerita ini dengan sebuah coretan-coretan sajak yang semoga bisa engkau terima dengan nalar dan nurani.

Lentera-lentera Mungil
Lampu-lampu proyek pemerintah sorot menyorot dengan pongah di bawah pandangan sayu bintang-bintang langit Mandalika yang enggan menampakkan diri.
Di atas singsasanaNya, sambil tersenyum, Tuhan membagikan cahayaNya yang lembut berbalut kasih. kepada jiwa-jiwa kecil yang menengadah dan mendongak menyampaikan mimpi-mimpinya dengan penuh harap supaya Tuhan pun ikut mengaminkan.

Sudalan Wangsa Paringga

Terima kasih kepada seorang perempuan yang telah memperkenalkan saya dengan Kelas Inspirasi. Lewat ialah saya diingatkan kembali bahwa masih banyak PR tentang pendidikan yang harus diselesaikan di negeri ini.

Kita mulai ceritanya…

Jumat sore, 28 Januari 2022 beberapa relawan telah sampai di MI Pogem Petiwung. Kondisinya sangat berbanding terbalik dengan semarak proyek pembangunan sirkuit Moto GP yang berada pada mulut gang sebelah selatan menuju sekolah. Terdiri dari 3 ruang kelas, 2 kelas berdinding potongan bambu dicat biru, satu ruangan sempit dan satu ruang guru. Malamnya, kami ketemuan untuk membahas teknis acara besok serta saling memperkenalkan diri supaya lebih akrab. Kami terdiri dari 11 orang relawan pengajar, 4 dokumentator, dan 4 fasilitator yang berasal dari berbagai daerah dengan bermacam-macam profesi.

MI Pogem Petiwung (Dok.Kak Majdi)

Sabtu 29 Januari 2022. Seberes sarapan bareng, kami para relawan segera menuju sekolah. Dengan penuh antusias adik-adik serta para guru menyambut kami dengan begitu hangat. Biar lebih semangat, relawan, para guru, serta adik-adik melakukan senam bareng. Setelah ngos-ngosan loncat-locat, teriak-teriak, senam pun usai. Adik-adik dibagi kelompoknya sesuai dengan kelasnya masing-masing. Saya dengan Kak Indah yang berprofesi sebagai dosen teater kebagian kelas 3, 4, 5, dan 6. Saat memulai kami agak kagok sih harus membuka kelas seperti apa. Saya pun memulai mengeluarkan gambar-gambar jagung yang kekurangan gizi, jagung-jagung sakit, serta lahan pertanian yang rusak. Nampak adik-adik begitu antusias melihat salah satu gambar jagung yang bijinya membengkak.

“Itu di jagungnya ada bawang putih ya kak”
“Kok bentuk biji jagungnya kyak gitu”
“Ihh mengerikan bentuk jagungnya kak”

Menjelaskan jagung bengkak kena jamur. (Doc. Kak Ben)

Berbagai celetukan adik-adik polos mengomentari gambar yang saya perlihatkan. Selain menggunakan media gambar saya juga membawa alat sederhana untuk mengukur tingkat kesuburan tanah. Dengan sepontan seorang anak mengambil tanah di depan sekolah untuk diuji kesuburannya. Sedangkan kak Indah, mengajak adik-adik untuk bermain peran menjadi tokoh pada film kartun Upin dan Ipin. Tontonan yang sangat menarik dengan keluguan anak-anak. Tak lupa juga saya mengajak, Bacil, boneka tangan berwujud monyet sebagai bahan ajar. Di luar dugaan, seorang anak, mencoba untuk berdongeng menggunkan si Bacil.

Kak Indah dan Si Bacil (Dok. Kak Vanissa)

Kelas Inspirasi pun usai. Kami menutup acara Kelas Inspirasi dengan cara adik-adik menuliskan cita-citanya pada sebuah kertas. Kemudian menggantungkannya pada pohon mimpi yang sudah kami siapkan. Berbagai cita-cita tertulis di sana, mulai dari dokter hewan, chef, guru, polisi, dan lainnya tergantung menari-nari tertiup angin, seolah alam sedang ikut serta mengaminkan. Di dalam hati saya memanggil adik-adik dengan, lentera-lentera mungil yang masih terjaga.

Pohon cita-cita (Dok. Kak Majdi)

Seperti katanya Buya Hamka, jikalau hidup hanya untuk makan, babi di hutan pun bisa. Menurut saya tidaklah sempurna seorang manusia sampai ia mampu memberikan manfaat bagi yang lain. Tidak hanya untuk dirinya, melainkan kepada orang dan mahluk lainnya. Terima kasih Kelas Inspirasi Lombok, telah mewadahi saya untuk belajar. Intinya Kelas Inspirasi bikin nagih. Yuk ikut Kelas Inspirasi Lombok edisi selanjutnya.

Bukit Seger (Dok. Kak Wisnu)

Sudalam Wangsa Paringga
Relawan Pengajar – MI Pogem Petiwung

Leave a Reply

Your email address will not be published.