Hari Pertama Menuju KIL #7 – MI Nawwarul Uyun, Jerowaru – Lombok Timur

Sekian lama penantian itu ternyata bikin merindu, benar kaaan. Tak salah dong, saat ada info dibukanya pendaftaran Kelas Inspirasi Lombok 7, tanpa pikir panjang langsung klik link dan daftar. Nggak mikir itu nanti tanggal berapa hari-H nya, dapat cuti atau tidaknya, wes lah itu urusan belakangan. Karena waktu itu belum dapat info tanggal berapa pelaksanaannya. Walhasil diumumkan juga dan kali ini dapat di MI Nawwarul Uyun, Aro Inaq, Permas, Sekaroh, Jerowaru, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat 83672. Hehe lengkap kan ya alamatnya. Jadi kalau nanti ada yang mau kirim-kirim sesuatu biar lebih cepat sampainya. Oh ya sebelumnya saya juga pernah ditempatkan di Sajang dan Sambik Elen, pada KI Lombok 4 dan 5.

Relawan MI Nawwarul Uyun – Aro Inaq

Persiapan pun dimulai, dari virtual meeting by Zoom dengan kelompok, menyiapkan bahan ajar, alat peraga, akomodasi termasuk beli tiket ke Lombok dari jauh-jauh hari sebelumnya. Rencana berangkat hari Jum’at tanggal 28 Februari 2022 jam 06.00 WIB. Jadi pulang kerja hari Kamis cari rumah sakit dulu untuk test antigen, agar tidak repot keesokan harinya di bandara. Sampai di bandara 1 jam 20 menit sebelum keberangkatan, seharusnya masih aman sih. Namun siapa sangka ternyata harus beli tiket ulang untuk penerbangan selanjutnya. Untung nya masih dapat tiket untuk penerbangan jam 10.15 WIB dengan pesawat lain. Nggak apa-apa deh yang penting bisa berangkat dan menunaikan misi sehari mengajar di Kelas Inspirasi. Lho kok bisa?? Hehehe ceritanya panjaaaang banget, intinya masalah teknis pada mesin check-in otomatis dan antrian pagi yang begitu mengular. Nanti dibahas di IG aja yaa @agus_stanjung, monggo di-follow.

Sesampai di Bandara International Lombok kurang lebih jam 13.20 WITA, alhamdulilah dapat teman dari Gresik yang dulu pernah bareng di @ki_merauke, Kak @indrandrias sang fotografer handal, kebetulan satu kelompok. Senangnya lagi, oleh kak Adi founder @pasarmu.id (seharusnya satu pesawat jam 6 pagi sih) sudah disiapkan mobil sewaan dari bandara untuk menuju lokasi sekolah. Mengapa ini saya paparkan? Pengalaman selama ini ikut Kelas Inspirasi, walaupun baru pertama kali, jangan pernah khawatir untuk masalah transportasi maupun penginapan. Ada saja jalan dan kemudahan yang akan kita dapatkan, pastinya antara relawan satu dengan lainnya, fasilitator maupun panitia lokal, akan dengan senang hati saling bantu dan bahu membahu. Mungkin karena satu frekuensi kali yaa, jadi tik-tokan nya langsung ngeklik gitu. Saya sendiri memulai ikut KI di luar Jabodetabek awalnya di KI Lombok 4 di Kaki Gunung Rinjani, waktu itu mengajar di SDI Al-Amanah – Sajang. Itulah awalnya terkena virus positif untuk terus menjadi relawan pengajar di luar pulau. Sampai akhirnya kembali lagi di KI Lombok 7 kali ini.

Perjalanan kami lanjutkan menuju rumah Kak Surya Sriyama, hehe beliau pastinya dikenal oleh semua relawan karena Paps (begitu biasanya disapa) ini adalah Kordinator Utama @KI_Lombok. Foto, nomor telepon dan komentar Paps ini menghiasi group WA di setiap kelompok. Tidak terlalu lama perjalanan kami dari bandara ke rumah kak Surya, bebas macet soalnya hehe. Sambutan kopi panas dan makan siang sudah menunggu ternyata, tanpa ba-bi-bu yuuk lah kita lahap hidangannya. Di sana sudah banyak relawan lainnya, yang memang dijadikan salah satu basecamp untuk transit ke lokasi masing-masing. Termasuk dari kelompok kami yang memang akan berangkat bersama menuju penginapan di Jerowaru, baik yang pakai motor maupun mobil.

Kak @agus_salim13 fasil jempolan kami memandu perjalanan menuju Jerowaru. Dari Google Map menunjukkan jarak dari titik kumpul ke MI Nawwarul Uyun menyajikan angka 72 km dengan waktu 1 jam 37 menit, itu kalau tidak berhenti lho yaa. Tapi kan sedikit banyak akan tergoda dengan pemandangan alam selama di perjalanan, yang terkadang sayang untuk dilewatkan begitu saja. Benar juga sih, perjalanan kami molor menjadi 2 jam lebih dari arahan Mbah Google. Menjelang sore kami sampai di titik kumpul kedua yang kami jadikan basecamp untuk persiapan di Hari Inspirasi. Kami mendapatkan penginapan yang diinisiasi oleh Kak Taupan @sahroni_nasa salah satu relawan pengajar, seorang guru kreatif yang banyak banget tabungan ice-breaking nya. Boleh dong kak dibagi-bagi jurusnya, agar saat mengajar nggak garing-garing amat. Hehehe.

Di basecamp ini, kami melepas lelah sejenak sebelum meninjau lokasi sekolah untuk mengajar keesokan harinya. Nggak lucu kan, kalau mau berperang tapi belum tahu situasi medannya seperti apa. Yah minimal dapat gambaran sedikit lah, agar bisa menyiapkan strategi untuk all out di Hari Inspirasi.

Oh ya hampir terlupa nih, padahal perlu sekali untuk diungkapkan ke khalayak ramai hahaha. Sambil melepas lelah kami pun disajikan jagung dan pisang rebus hangat oleh kak @yolasfr salah satu fasil kece kami yang kebetulan berdomisili di Jerowaru – Lombok Timur. Terima kasih Kak Yola dan tuan rumah Kak Taupan atas sambutan dan hidangannya, sampai-sampai jagung dan pisang rebusnya dibawa sama kak @ranggaalif21 setempat-tempatnya saat kunjungan ke sekolah, tahu aja kak Rangga kalau relawan lainnya masih mau menikmati selama perjalanan.

Akhirnya walaupun sudah menjelang maghrib kami pun masih bisa melihat kondisi sekolah untuk persiapan besok harinya. Ternyata bukan sekolah yang biasa, bergejolak hati melihat kondisi sekolah saat itu. Hanya berjarak 72 km dari pusat kota, namun masih ada sekolah yang memprihatinkan seperti ini. Nanti kita bahas kondisi sekolahnya pada edisi selanjutnya ya. Ba’da azan maghrib berkumandang, kami pun meninggalkan lokasi sekolah untuk mempersiapkan diri agar besok paginya lebih siap menuju Hari Inspirasi.

Setelah semuanya mandi (eeh mungkin ada juga yang belum mandi kali yaa, yuuk cung), shalat maghrib berjamaah dan makan malam, kami pun dengan dipandu oleh kakak fasil mengadakan persiapan dan pemantapan terakhir. Dimulai dari persiapan bahan ajar untuk masing-masing relawan pengajar, rundown acara, pemantapan opening, perubahan moving class karena ada beberapa pengajar yang berhalangan hadir, persiapan closing-nya serta yang tidak kalah pentingnya adalah bagian tugas dari masing-masing relawan dokumentator. Walaupun dari tim fotografer dan videografer juga ada beberapa relawan yang berhalangan untuk hadir. Alhamdulilah setelah mendengar dan mendapatkan masukan, saran serta ide kreatif dari para relawan, semua persiapan tuntaslah sudah. Palu pun diketok pertanda briefing malam ini selesai sudah.

Sedikit beramah tamah yang dibumbui dengan canda tawa, tapi ada juga yang serius dibahas lho, sampai masalah pajak menjadi topik yang sempat dibicarakan, haduuuh dah malam masih aja mau bahas yang pakai mikir hehe. Ya begitulah, mengapa terjadi?? Karena profesi relawan ini kan dari berbagai bidang keilmuan, sehingga kalau satu isudiangkat akan menjadi diskusi yang menarik, mengupasnya dari berbagai sudut yang berbeda. Untung aja malam semakin larut, kalau tidak?? Tahu deh selesainya jam piro…, yuuk selamat istirahat ya, silahkan cari posisi tidur masing-masing dan siap-siap besok pagi ngantri mandi yaa. See you di hari Inspirasi Sabtu, 29 Januari 2022.

Jum’at, 28 Januari 2022
@agus_stanjung (Perencana Keuangan, Author “Karyawan Bisa Kaya”)
Relawan Pengajar – MI Nawwarul Uyun Aro Inaq

Leave a Reply

Your email address will not be published.