Gili Asahan, Pulau nan Indah Penuh Keceriaan

“Dari keceriaan anak-anak Gili Asahan aku belajar bahwa hidup jauh dari hiruk-pikuk ramainya ibukota adalah satu hal yang amat berharga untuk dilalui bersama kawan-kawan sepermainanmu”

Yuraeda Mufidah – Relawan Pengajar SDN 4 Batu Putih Gili Asahan

Sepekan sudah Kelas Inspirasi Lombok 7 berlalu, namun euforianya masih terasa sampai sekarang. Kenangannya membekas di ingatan dan hati para relawan masing-masing. Ini bukan kali pertama aku mengikuti kegiatan KI Lombok. Tahun 2019 lalu saat KI Lombok ke-6 Mandalika adalah perjumpaan pertamaku dengan kawan-kawan Kelas Inspirasi Lombok. Waktu itu aku ikut mengajukan diri sebagai fasilitator karena masih berstatus mahasiswa. KI Lombok ke-7 kali ini aku mendaftar sebagai relawan pengajar karena sudah berprofesi sebagai guru SD.

Hari Jum’at, 7 Januari 2022 tibalah waktunya pengumuman relawan pengajar Kelas Inspirasi. Akhirnya rasa penasaran terkait lokasi penempatan terjawab sudah. Aku mendapat tempat di salah satu sekolah yang berada di pulau kecil Gili Asahan yaitu SDN 4 Batu Putih. Tidak sabar untuk menginspirasi bareng kakak-kakak hebat dari beragam profesi di sekolah tersebut. Rasanya hari berlalu begitu lambat menunggu Hari Inspirasi tiba.

Sebelum Hari Inspirasi, aku dan kakak-kakak yang terpilih sebagai relawan pengajar, dokumentator dimasukkan ke dalam sebuah grup WhatsApp oleh kakak fasilitator KIL 7. Dari sanalah perkenalan dimulai, mulai dari memperkenalkan diri, profesi dan domilisi. Lalu kemudian berlanjut ke pembahasan persiapan keberangkatan, dan kegiatan di Hari Inspirasi. Kami bersepakat untuk membuka kegiatan dengan senam gemufamire lalu ditutup dengan menempelkan cita-cita di kertas berbentuk kapal laut pada spanduk samudera cita-cita anak-anak Gili Asahan. Berharap kelak mereka bisa berlayar dengan gagah dan berani meraih cita-citanya di masa depan meski sebesar dan sedahsyat apapun ombak kehidupan menghantam, mereka tetap berlayar sampai pada tujuannya dengan ilmu yang mereka miliki kelak di masa depan.

Salah satu adik Gili Asahan menulis cita-citanya di kapal cita-cita/ Doc : Asyiq

H-2 menjelang Hari Inspirasi, jumlah relawan yang berkomitmen hadir makin menyusut yang awalnya sebanyak 18 relawan pengajar, 6 dokumentator, dan 4 fasilitator berkurang menjadi 7 relawan pengajar, 3 dokumentator dan 3 fasilitator. Kami ber-13 orang inilah yang akhirnya berkomitmen berangkat ke Gili Asahan. Titik kumpul sebelum berangkat tepat di Bundaran Gerung dan yang kakak-kakak yang punya kesibukan lain di hari Jum’at menyusul malamnya dan ada pula yang menyusul menjelang subuh. Begitulah relawan sejati, jika niat dan keinginan sudah tertancap kuat. Maka selama jiwa dan raga masih mampu tuk melangkah, kami akan datang jua.

Relawan Pengajar SDN 4 Batu Putih yang akhirnya berangkat. Doc : Asyiq

Rute menuju Gili Asahan terbilang cukup memakan waktu hampir 2 jam dari Mataram menuju pantai Kores. Sampai di sana, kami diarahkan untuk parkir kendaraan di tempat yang sudah disediakan oleh Mba Wit yang merupakan salah satu warga Gili Asahan yang rumahnya akan menjadi tempat kami menginap malamnya. Sesudah semua berkumpul, kami pun mulai berlayar menggunakan perahu milik warga. Estimasi perjalanan laut untuk sampai ke Gili Asahan melalui Pantai Kores kira kira kurang lebih 10 menit. Sampai di sana kami langsung disambut wajah ceria anak-anak Gili Asahan yang kemudian mengajak kami berjalan-jalan melihat sekolah dan lokasi camping. Aakhirnya tidak jadi camping juga malamnya, dengan berbagai pertimbangan akhrinya kami memilih bermalam dengan menyewa rumah Mba Wit. For your information, akses listrik disini masih belum ada. Mereka mengandalkan tenaga surya dan syukurnya saat kami kesana bertemu dengan salah satu pemilik resor Gili Asahan Eco Lodge yang juga menginisiasi Kids of Asahan, dimana disana pemilik resor maupun villa punya mesin diesel untuk kebutuhan penerangan di malam hari. Jadi kami beruntung tidak gelap-gelapan di malam hari karena ada transferan penerangan dari villa tersebut.

 Perjalanan menyeberang ke Gili Asahan via Pantai Kores. Doc : Rifqi

Hari Inspirasi pun tiba, sampai di sekolah kami sudah disambut dengan antusias oleh adik-adik yang tentunya tidak sabar untuk belajar, bermain dan berbagi cerita bersama kakak-kakak Inspirasi. Di SDN 4 Batu Putih terdapat 24 siswa dan dua ruang kelas yang layak digunakan. Uniknya di sini  terdapat salah satu anak down syndrome yang bernama Rozy. Kami membagi mereka ke dalam 3 kelompok belajar di mana kelompok 1 diisi oleh adik-adik kelas 1 & 2 dan kami putuskan untuk mereka belajar outdoor karena masih aktif sekali untuk diajak bermain sambil belajar. Sedangkan untuk kelompok 2 (kelas 3-4)  & kelompok 3 (kelas 5-6) kami ajak belajar di dalam kelas masing-masing. Setelah berdo’a dengan khidmat untuk kelancaran acara hari ini kakak-kakak relawan pengajar pun mulai memasuki kelasnya masing-masing sesuai pembagian moving class di awal.

Teriakan yel-yel KIL sebelum memulai Hari Inspirasi. Doc : Asyiq

Aku dan partner-ku, Kak Deby yang berprofesi sebagai RTM Sales Marketing di salah satu perusahaan semen berbagi pengalaman dan cerita mengenai profesi kami masing-masing. Di semua kelompok belajar, kami mengajar selama kurang lebih 30 menit, dan diselingi pula dengan ice breaking dan game agar mereka tidak jenuh dan bosan. Kemudian diakhiri di tiap sesi dengan menanyakan cita-cita mereka masing-masing. Tidak terasa waktu berjalan begitu cepat. Hari Inspirasi pun telah usai ditutup dengan menempelkan cita-cita lalu, ice breaking kemudian foto bersama.

Foto bersama adik-adik Gili Asahan dan relawan KIL 7 SDN 4 Batu Putih. Doc : Asyiq

Sebelum kembali ke daerah masing-masing tentu kami tidak mau melewatkan kesempatan untuk jalan-jalan di sekitar pulau Gili Asahan. Siangnya seberes makan ada yang memilih snorkeling atau menyusuri destinasi wisata Seribu Tangga sembari berpose ria di atas bukitnya dan menikmati terik matahari dan memandang laut lepas di sekitar Gili Asahan yang indah dan sayang sekali untuk dilewatkan. Sebelum kembali ke rumah Mba Wit kami bercengkrama dan mendengarkan musik dari atas bukit. Syahdu sekali gaess.

Foto bersama di atas destinasi wisata Seribu Tangga. Doc : Asyiq

Yuraeda Mufidah
Relawan Pengajar – SDN 4 Batu Putih Gili Asahan

One thought on “Gili Asahan, Pulau nan Indah Penuh Keceriaan

Leave a Reply

Your email address will not be published.