Aro Inaq, Tempat Kami Belajar dan Berdampak

Pandemi telah menjadi bagian yang terpisahkan dari hiruk pikuknya kehidupan ini, dipaksa untuk terus hidup ditengah keterbatasan dan terus menapaki setiap asa yang sudah dan telah. Kita sadar bahwa apa yang telah menjadi rencana terkadang harus berhenti sejenak, memikirkn ulang. Kita terkadang marah dan gundah akan apa yang sedang terjadi, merasa tertinggal, merasa kurang dan terkadang lupa untuk terus bersyukur.

Saya sadar bahwa itu semua justru akan menutup rasa syukur kita sebagai seorang hamba yang seharusnya percaya dengan rencana Tuhan tanpa ragu. Saya sadar jika hidup ini adalah tentang memberi dan berbagi, bukan hanya tentang diri sendiri. Jika kita sejenak berpikir seperti itu, mungkin semua perasaan ingin menyerah dan kalah itupun sirna begitu saja.

Aro Inaq, adalah tempat di mana saya dan kawan-kawan lainnya menemukan sebuah nilai dari kehidupan ini tentang arti bersykur dan berjuang. Saya mengucapkan terima kasih kepada tim Kelas Inpirasi Lombok yang telah memberikan saya kesempatan untuk terus belajar dan menemukan nilai diri dari anak- anak yang tetap berjuang dan memiliki mimpi.

Tempat kami ditempatkan adalah MI NAWWARUL UYUN. Sebuah sekolah di mana anak-anak disana mempertaruhkan mimpi dan cita-cita mereka. Di Kelas Inspirasi juga, saya pribadi bertemu dengan kakak-kakak fasilitator dan relawan. Bagi saya mereka adalah orang-orang luar biasa, pahlawan yang mau dan ingin untuk terus memberikan yang terbaik dari waktu, tenaga dan juga materi.

Sekolah ini berada di Kecamatan Jerowaru, butuh waktu sekitar 2,5 jam dari Mataram untuk dapat sampai ke sekolah ini. Pada saat kami tiba, kami telah disambut oleh anak-anak di sana, seketika terlihat senyum merekah bahagia terlukis di wajah mereka. Seolah menggambarkan, jika kedatangan kami adalah hal yang memberikan suntikan semangat kepada mereka.

Dibuka dengan perkenalan oleh tiap relawan. Kegiatan kamipun di mulai di sini. Kami dibagi ke dalam beberapa kelompok. Saya dan kawan yang lainnya mengajar di kelas 1 dan 2. Ini adalah pengalaman saya yang pertama berhadapan dengan anak-anak SD. Mereka begitu antusias, walaupun sesekali mereka susah untuk diatur. Tapi bagi saya, ini adalah pengalaman berharga seumur hidup. Kami mengajarkan banyak hal sesuai dengan bidang keprofesian kami. Dengan harapan, mereka dapat menemukan jalan untuk mencapai cita-cita mereka. Saya sangat salut dengan kakak-kakak relawan, mereka dengan penuh semangat memberikan yang terbaik dan memotivasi anak-anak di sana.

Mengajar di kelas

Seketika dalam benak saya, Saya sadar jika sebelum ataupun setelah kegiatan kami dari sini, mereka akan kembali ke rutnitasnya masing-masing, belajar seperti biasa dan mungkin bertemu kembali dengan guru yang terkadang membuat mereka malas membuka buku. Tapi kali ini, saya melihat itu semua hilang. Mereka dengan mata yang memancarkan aura penuh semangat mau meluangkan waktunya untuk mendengarkan kami, mereka mau menyimak cerita kami yang mugkin sudah sering mereka dengarakan.

Saya juga sadar, jika fasilitas yang mereka dapatkan mungkin tidak begitu mewah jika dibandingkan dengan sekolah lainnya, tapi senyum polos dan bahagia yang terpcancar dari wajah mereka seolah menepis anggapan saya. Mereka adalah generasi penerus di negeri ini, mereka punya hak dan akses yang sama untuk mendapatan dan menikmati fasilitas pendidikan yang baik. Di tangan merekalah, arah langkah bangsa ini akan ditentukan. Saya percaya itu.

Bagi saya, ini adalah hal luar biasa. Di satu sisi, sebagai seorang yang terus belajar, anak-anak di sana telah memberikan saya pelajaran. Bahwa untuk memenangkan hidup ini, kita hanya perlu bersyukur dan tindak lanjutnya adalah menjadikan momen itu sebagai Langkah berikutnya untuk terus berdampak positif bagi sesama.

Foto bersama relawan MI Nawwarul Uyun Aro Inaq

Kelas Inspirasi, “Satu Hari Mengajar, Seumur Hidup Menginspirasi”

Rangga Alif Faresta
Relawan Pengajar – MI NW Nawwarul Uyun Aro Inaq

Leave a Reply

Your email address will not be published.